HomeKeluargaMenikmati Perjalanan di Flores

Menikmati Perjalanan di Flores

Pada mulanya saya khawatir perjalanan keluarga ke flores dapat dinikmati oleh anak anak. Betapa tidak, kami akan berangkat dari labuan bajo untuk menempuh perjalanan 3 hari dua malam di laut dengan kapal yang memiliki kabin tidak besar dan kemudian akan melakukam perjalanan darat 5 jam sebelum mendaki menuju pemukiman tradisional di waerebo.

Tetapi ternyata ke khawatiran saya pupus dan anak anak meniati perjalanan dengan antusias.

Saat mulai lepas sauh dari dermaga, rasa cemas muncul karena kabar mengenai angin barat yang bertiup kencang agak mengganggu benak kami.Benar saja hanya beberapa saat lepas dari labuan bajo kami sudah bertemu dengan gelombang akibat angin Barat.

Kami menuju pulau Rinca untuk segera bisa bertemu dengan Komodo.Kami cukup beruntung dapat segera bertemu denganKomodo sebelum cukup jauh melakukan trekking.

Sore itu kami kemudian mencari perairan yang cukup tenang bagi kami untuk dapat tidur malam itu. Mengungta perjalan ke Rinca kami menghadaou angin kencang yang di sertai hujan lebat.

Kami kemudian melepas sauh tak jauh dari pemukiman tepi pantai dan terlihat beberapa boat juga melakukan hal yang sama.

Laut cukup tenang sore itu, kami pu menikmati makan malam yang disajikan oleh pak Kalis yang menjadi juru masak di boat kami dengan tenang.

Malam yang tenang berubah menjadi mencemaskan saat hujan disertai petir menggelegar membuat sulit tidur.

Pagi hari kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Komodo. Saat mendarat di tepi pantai kami sudah bertemu dengan seekor komodo, seekor menjangan dan beberapa burung gagak. Bertemu dengan bermacam satwa di habitatnya sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

Kami pun kemudian trekking hingga sampai Regata Hill dibawah siraman air hujan. Ditengah perjalanan kami bertemu dengan Babi Liar burung gosong dan Kakak Tua. Saat hendak berfoto di Regatta Hill tanpa disadari kami berdiri sangat dekat dengan seekor komodo ya g sedang mendaki bukit.

Kami kemudian menuju Pink Beach untuk berenang dan snorkling.

amipun meninggalkan Pulau Komodo untuk mencapai Pulau Padar. Tetapi kami kurang beruntung karena gelombang menghalangi niat kami menuju pulau tersebut.

Kami kemudian menuju pulau kalong dan menanti munculnya kelelawar. Sungguh pemandangan yang menarik dimana banyak Camar sedang berusaha menangkap Ikan, serombongan itik liar beriringan menuju tempat singgahnya dan beberapa Elang yang sedang mengintai mangsa.

Menjelang Matahari terbenam kami tpmenyaksikan ribuan kelelawar terbang meninggalkan pulau kalong. Konon mereka menyeberang ke oulau lain unk memakan mangga, kopi, dan berbagai hasil kebun masyarakat setempat.

Keesokan harinya kami menuju Pulau Kelor untuk Snorkling, sebelum kembali ke Labuan Bajo.

Kami kemudian kembali ke Labuan Bajo untuk berisitirahat sebelum meneruskan perjalanan menuju Wae Rebo.

Esok hari kami menempuh 5 jam perjalanan darat untuk menuju Wae Rebo. Kami kemudian memulai perjalanan mendaki menembus bukit dengan aneka ragam tumbuhan.

Perjalanan mendaki yang cukup melelahkan untuk sebuah perjalanan bersama keluarga, langsung tak terasakan penatnya saat melihat pemukiman tradisional sudah di depan mata.

Memukul kentongan sebagai tanda bahwa kami sebagai tamu hendak memasuki pemukiman kemudian dilanjutkan dengan sebuah uoacra penyambutan singkat oleh letua adat. Ketua adat kemudian mempersilakan kami untuk tinggal sebagaimana masyarakat asli wae rebo dan tidur bersama tamu lain dalam rumah tradisional.

Sebuah pengalaman seru tinggal di rumah tradisional dan terlepas dari segala atribut modernitas. Sebuah pengalaman batin menarik untuk tak terkoneksi dengan dunia luar melalui internet dan hanya berkomunikasi dengan sesama tamu dan penghuni asli.

Saya pun menikmati seduhan kopi asli waerebo dengan penuh sukacita.

Keesokan harinya kami kembali ke Labuan Bajo denga segudang pengalaman batin yang tak terlupakan.

Sungguh Indonesia luar biasa Indah dan kaya, banyak sekali potensi yang masih bisa didorong untuk lebih memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia.

#IndonesiaKeren

#UntukIndonesia

#TravelIndonesia

#FlyingGarudaIndonesia

Thanks to Mbak Shana yang membantu memberi advice untuk beberapa hal.

1 Comment

  1. erika
    February 14, 2017 at 2:26 am — Reply

    Betul sekali Mas, bermalam di rumah Niang itu suseuatu pengalaman yang bernilai dan tak terlupakan.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *