HomeOlahragaDisoriented Social Runner

Disoriented Social Runner

Sebagai mantan pembina Atletik sungguh bahagia rasanya melihat maraknya kegiatan lari di banyak kota di Indonesia.

Social media membantu tumbuh dan berkembangnya kegiatan lari dengan berbagai variasinya di Indonesia.

Semarak postingan keceriaan saat berlari, momen seru dan lucu, serta finisher medal selalu menghiasi berbagai platform social media sesaat setelah event selesai.

Sayang sekali berbagai keseruan ini belakang sering justru ternodai oleh keinginan menampilkan eksistensi diri yang berlebihan dan justru lupa akan jiwa dari kegiatan lari itu sendiri.

Beberapa kali kita dengar ada non finisher memaksa mendapatkan finsiher tee atau medal, ada kejadian peserta yang sudah tak mampu finish menitipkan BIB nya hanya agar namanya tetap tercatat sebagai finisher.

Bahkan pernah pula terdengar ada yang membeli medali pajangan dengan dasar pemikiran bahwa jika tidak finish esok harinya masih bisa memperoleh kenang kenangan medali finisher.

Lebih memalukan lagi adanya beberapa kejadian kegiatan Ultra Marathon dimana peserta curi curi naik kendaraan, baik itu ojek maupun kendaraan lainnya, semata agar tetap tampak mampu menjadi finisher.

Rasanya sudah saatnya berbagai komunitas yang sekarang tumbuh subur dapat membantu melakukan edukasi bahwa yang paling utama dari sebuah race atau kegiatan lari adalah bagaimana seseorang mampu mengatasi berbagai hambatan baik itu fisik maupun mental dan menyelesaikan tantangan race atau kegiatan itu hingga selesai.

Sudah saatnya pula kita mengajak para runner untuk bisa menghormati setiap langkah yang dirinya lakukan dan membuat mereka merasa lebih terhormat menyandang catatan DNF (did not finished) dari pada cheating dan kemudian DSQ (disqualified)

Sudah saatnya juga kita mengajak para runner membangun kesadaran bahwa membuat diri kita menjadi semakin baik, semakin kuat, semakin cepat dan semakin sehat itu jauh lebih berharga dari pada postingan semu yang berlandaskan sesuatu yang sesungguhnya tidak layak diterimanya.

Mari kita bersama sama menjadi True Runner yang menghargai setiap langkah, setiap tetes keringat dan setiap deburan detak jantung kita.

Selamat berahir pekan runners, enjoy every steps

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *